Berguru Jurnalistik di Makassar


            Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. Mungkin idiom tersebut yang menjadi inspirasi bagi anak-anak ekskul jurnalistik  SMA Negeri 1 Sinjai Utara untuk berguru ilmu, meski harus jauh sampai di Kota Makassar.
            Sebanyak 11 pengurus ekskul jurnalistik  mengikuti Diklat Jurnalistik Abu-Abu (DJAA) 2011  dari tanggal 12 hingga 15 Januari 2011 mendatang yang dipusatkan  di  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Makassar. Diklat yang dilaksanakan Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) itu, di buka secara resmi Rektor UNM, Prof Dr Arismunandar MPd, Kamis (12/1). Dalam sambutannya Arismunandar berpesan kepada 70 jurnalis-jurnalis abu-abu dari 24 sekolah se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bahwa nantinya usai mengikuti diklat jurnalistik akan lahir jurnalis-jurnalis muda berbakat dan bisa menghasilkan karya-karya yang baik lewat tuliasn mereka. Tentunya tulisan yang dapat di baca dan dilihat orang dengan di muat di Majalah Dinding (Mading) atau bulletin sekolah dan kalau perlu di muat di web atau blog sekolah.
            Sekadar di ketahui, ekskul jurnalistik SMAN 1 Sinjai Utara selalu eksis di setiap kegiatan DJAA yang di gelar setiap tahunnya. Hal itu sejalan dengan prinsip perburuan ilmu untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Tak ada kata terlambat untuk selalu berguru ilmu, kita harus memburunya danlebih baik.g (Mading) atau buletin   mendapatkannya. (Laporan: Fauziah Jamaluddin & Nurul Hikmah Kadir dari lokasi Diklat)  

'Dijual Garis Darah'

Deddy Mizwar, lahir di Jakarta, 5 Maret 1955. Ia pertama kali terjun ke dunia film pada 1976. Saat ini, bang Jack --sapaan akrab Deddy Mizwar-- masih  syuting FTV 'DIJUAL GARIS DARAH" di Kota Sinjai.
Deddy yang pada 1986 pernah terpilih sebagai aktor terbaik dengan meraih empat Piala Citra sekaligus dalam FFI 1986 dan 1987. Ia rela  memilih profesinya di bidang teater, dan melepaskan pekerjaannya sebagai pegawai negeri pada 1976.

Sampai kini, Deddy berkali-kali meraih penghargaan Piala Citra baik sebagai peran utama maupun peran pembantu.
Syuting FTV "Dijual Garis Darah" yang akan tayang di televisi akhir Desember 2011 ini, mengambil lokasi syuting di beberapa tempat di Kota Sinjai seperti Hotel Sahid Sinjai, Pelelangan Ikan Lappa, Rumah BaruE (di Jalan Persatuan Raya Sinjai) tepatnya di samping rumah peninggalan mantan rektor UNM Prof Dr Idris Arif MS.
FTV "Dijual Garis darah"  juga di bintangi bintang kawakan lainnya, seperti Rina Hasyim, Fahri Albar. Selain itu, juga dibintangi aktris dan aktor lokal Sinjai. Sementara pemeran pembantu, diisi diperankan beberapa anak-anak ekskul jurnalistik SMAN 1 Sinjai Utara. (Reporter: Dian Rezky Muliani, Magfirah Istiqamah Ilham, Ardillah Mahrik dan dari berbagai sumber)

Siswa SMANSA di FTV "Garis Darah"

Belasan siswa SMA Negeri 1 Sinjai Utara (SMANSA) turut ambil bagian sebagai pemain figuran  dalam pengambilan gambar FTV "Garis Darah"  di beberapa tempat  di Sinjai. Film televisi yang menceritakan budaya bugis ini, di mainkan pemain-pemain film kawakan papan atas Indonesia seperti Deddy Mizwar, Rina Hasyim, Fahri Albar dan Niken serta beberapa artis nasional lainnya.
Kendati siswa SMANSA hanya diberi peran sebagai figuran, namun siswa tersebut cukup senang. Apatahlagi pemeran utama FTV ini Deddy Mizwar yang sering di sapa Bang Jeck, cukup memberi motivasi bagi siswa untuk jadi orang sukses nantinya di masa depan.
"Saya bangga dan senang, meski hanya pemain figuran," papar Ardillah Mahrik dan Magfirah Istiqamah Ilham, siswa kelas XII IA 1 SMAN 1 Sinjai Utara, kepada tim Ekskul Jurnalistik SMANSA, di sela-sela syuting di Hotel Sahid Sinjai, Minggu, (27/11). Rencananya FTV "Garis Darah" produksi Citra Sinema akan tayang di SCTV pertengahan Desember 2011 nanti.

Guru, Jasamu Tiada Tara

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Penggalan lagu tersebut jadi penanda tentang keagungan seorang guru. Ia begitu berjasa bagi pencerdasan anak negeri. Betapa tidak, dimulai dari titik nol untuk mengisi intelektual siswa di taman kanak-kanak dengan pengejaan huruf A sampai Z, hingga masuk SD, SMP, dan SMA yang kesemua jenjang sekolah tersebut dilakoni oleh masing-masing guru dengan penuh keihlasan dan kesabaran. Masihkah guru dihargai jasa-jasanya?
Seperti pemeo berikut, ’Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air’.  Kalimat tersebut tentu mengisyaratkan kepada kita yang telah usai menempuh pendidikan di bangku sekolahan, bahwa sewaktu kecil dulu telah diajarkan kepada kita dari sosok guru tentang sebuah ilmu dari kita tidak tahu, akhirnya menjadi tahu dari makna ilmu yang diajarkan guru kita dulu. Sebuah pencapaian cita-cita yang tak lepas dari tangan-tangan dingin guru yang dengan ihlas mengajarkan ilmunya kepada muridnya.
Sekadar diketahui, dunia telah mengakui jika guru adalah pemecah masalah (Problem Solver) bagi kehidupan. Guru juga diamini sebagai penyejuk jiwa dari jiwa oleh jiwa dan untuk jiwa manusia. Siapa pun di dunia ini, —sepanjang pernah mengenyam pendidikan di sebuah lembaga pendidikan— tentu tidak melupakan sosok gurunya, ketika pernah diajar semasa sekolah dulu. Ironis memang, ketika seorang siswa sungguh melupakan gurunya. Apatahlagi keberadaan  guru diakui sebagai sosok yang pantas digugu, ditiru, serta dijadikan cahaya penerang dalam menimba ilmu pengetahuan.
            Sejumlah tokoh masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan memberikan lisensi bagi guru, bahwa tugas seorang guru sungguh sangat mulia dalam dimensi masyarakat yang multikultural dan multidimensional. Secara tegas, A Mappasere, mantan Asisten III yang sekarang menjabat sekretaris daerah Pemkab Sinjai, kepada tim journalist siswa SMAN 1 Sinjai Utara mengakui jika tugas seorang guru sangat berat karena perlu keahlian khusus untuk memindahkan ilmu kepada murid-muridnya. Bahkan jika perlu guru harus mendapat pehatian khusus dari pemerintah dengan jasa-jasanya yang sungguh mulia untuk menjadikan pelajar bisa sukses menjadi orang hebat, seperti petinggi negeri yang berhasil dan sukses dalam mencapai karir adalah berkat ajaran dan didikan guru.
”Seorang guru layak diberi penghargaan atas jasa dan baktinya dalam mendidik siswa.” urai A Mappasere.
Hal sama juga diamini Lukman Dahlan SIP MSi, Pegawai Pemkab Sinjai, menurutnya sangat pantas bagi sosok guru untuk selalu diagungkan. Guru adalah jembatan ilmu dari masa ke masa. Bahkan guru adalah sosok yang didalamnya terkandung makna yang luar biasa yang selalu mencurahkan ilmu serta hidupnya untuk anak didiknya. ”Saya sangat yakin jika guru jadi sumber ilmu dalam mencerdaskan anak bangsa dan kita wajib menghormati guru,” papar Lukman Dahlan.
            Sekadar penggambaran dari sosok guru, bahwa peranan teknologi yang semakin canggih dengan diciptakannya robot,  ternyata belum mampu menggantikan tugas-tugas guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik di depan kelas. Realitas tersebut membuktikan jika pekerjaan guru, begitu agung, mulia, dan menjadi kiblat bagi pencerdasan dari generasi ke generasi. Meski diketahui, jika gaji guru nyaris tidak sebanding dengan pekerjaannya. Dalam kacamata ekonomi, --sebelum pemerintah menggulirkan sistem sertifikasi guru--  masyarakat memandang guru termasuk kelompok berpenghasilan rendah (low income earners). Kalaupun ada yang berada pada lapisan berpenghasilan menengah-bawah (lower-middle income earners) hanya sebagian kecil saja.
            Dengan demikian, guru wajib diberikan penghargaan sebagai sosok yang berjasa  bagi kehidupan yang sesungguhnya. Tidak mengherankan jika guru layak diberi penghargaan sebagai pahlawan yang cukup berjasa bagi pencerdasan anak bangsa. Guru mengajari kita dengan penuh kasih  yang layak digugu dan ditiru. Guru mengajarkan kepada muridnya dari tidak bisa menjadi bisa. Sejak pagi hari guru sudah datang untuk mengajar dimulai pukul 07.20 sampai dengan pukul 13.50 Wita. Perlu dipahami, sosok guru dalam mengajar dilakukan dengan penuh ketulusan hati tanpa mengharap imbalan. Paling berkesan tatkala guru selalu mendoakan muridnya agar lulus ujian nasional serta jadi orang sukses di masa depan. Terima kasih guru, jasamu tak akan punah diperadaban jaman dari waktu ke waktu. (Reporter: tim siswa-ekskuljurnalistik / Editing: Takdir Kahar, S.Pd.)

POLISI HIMBAU PELAJAR PEDULI ATURAN

     Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sinjai Utara AKP Sunyoto, himbau siswa untuk mematahui tata tertib. Penegasan tersebut disampaikan di hadapan pelajar SMAN 1 Sinjai, saat menjadi Pembina upacara hari Senin pagi, (24/10/2011) di lapangan sekolah SMAN 1 Sinjai, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Menurut Sunyoto, kecenderungan pelajar sekarang kurang peduli dengan aturan-aturan yang ada. Bahkan pelajar atau remaja sekarang sangat bangga dengan  pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan.
        Ditegaskan juga, jika sikap dan mental remaja yang buruk tidak diubah sejak sekarang  untuk ke arah yang lebih baik, maka pertanda  preseden buruk bagi remaja sekarang yang notabene sebagai pemuda harapan bangsa. "Remaja dan pelajar harus memiliki sikap kesatria,  disiplin dan bertanggungjawab," urainya.
         Pada kesempatan tersebut, AKP Sunyoto juga mengharapkan kepada pelajar khususnya di Sinjai untuk tidak menyentuh narkoba. Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya akan berdampak pada kesehatan dan masa depan pelajar itu sendiri yang akan berakibat buruk. "Mari menjadi pelajar yang cerdas dan disiplin serta dapat dicontoh oleh sekolah lain," pesan AKP Sunyoto di akhir  amanahnya. (*)

KORAN BEKAS JADI TAS CANTIK


Barang bekas seperti koran tidak selamanya menjadi tak berguna dan berakhir di tempat sampah. Di tangan orang-orang kreatif, barang bekas bisa disulap menjadi produk berkualitas yang siap dipasarkan. Itu juga yang dilakukan pelajar SMAN 1 Sinjai, Kec Sinjai Utara Kabupaten Sinjai dalam memanfaatkan limbah bekas seperti koran. Melalui tangan-tangan kreatif pelajar,   koran bekas itu pun kini telah menjadi bisnis tas unik yang punya prospek bagus di pasaran.
Tas-tas unik dari Koran bekas, merupakan hasil sentuhan pelajar kelas XII pada bidang studi Keterampilan. Untuk membuatnya pun sangat mudah dan praktis. Menurut guru bidang studi keterampilan Dra Hj Indotang, saat membimbing pelajar  membuat tas dari limbah Koran, Kamis (13/10)  cukup disediakan bahan dari Koran bekas, perekat lem tembak atau lem fox, kemudian siapkan juga kawat sebagai penguat.
Sebelum dimanfaatkan jadi tas cantik, ternyata limbah Koran bekas dianggap barang yang tidak ada gunanya. Kini Koran bekas tersebut sudah disulap jadi tas unik dan cantik. Supaya lebih elegan dan catik, tas-tas ini menarik bisa ditambahkan aksesoris dari daun dan bunga kering, bisa juga dari manik-manik, pita, atau boneka kecil.
Sementara perawatannya tidak perlu hawatir. Caranya mudah, cukup di kuas untuk menghilangkan debu, bila perlu bisa dilap dengan menggunakan kain lembut, hasilnya pun kembali baru. Berminat memiliki tas unik tersebut, kunjungi gallery keterampilan pelajar di ruang perpustakaan SMAN 1 Sinjai. (*)

Segera, Lomba BLOG Antar Kelas

Rupa-rupa inilah mewarnai blog XII IA1
Blog itu ternyata mudah. Untuk memahaminya kita harus menyelaminya sedalam mungkin seperti kita memahami hati dan jiwa kekasih yang selalu kita rindukan.
 Jangan Pernah berhenti mengejar mimpi-mimpimu . Asa itulah yang menyelimuti pelajar SMA Negeri 1 Sinjai yang ikut pelatihan pembuatan blog, Selasa (1/11/2011). Kegiatan kali ini cukup sukses karena antusiasme siswa dari perwakilan masing-masing kelas cukup besar. Terbukti dari kuota 30 peserta yang direncanakan, namun yang ikut melebihi target yaitu 40 orang.
    Kegiatan yang dipusatkan di ruang Laboratorium Komputer lantai dua SMAN 1 Sinjai, merupakan program kerjasama antara Relawan TIK Kabupaten Sinjai  dengan  Komunitas Pengguna Linux (KSL)  dan ekskul jurnalistik SMAN 1 Sinjai.
          Dalam sambutan  Drs Muh. Suardi, Wakasek Kurikulum, yang mewakili Kepala Sekolah ketika membuka pelatihan blog menegaskan perlunya siswa untuk melek teknologi. “Era sekarang adalah era digital yang harus dihadapi,” ungkapnya. Senada dengan itu, Takdir Kahar SPd, pembimbing KSL sekaligus Pembina Ekskul Jurnalistik SMAN 1 Sinjai, ketika memberikan sambutannya juga mengingatkan pelajar yang ikut pelatihan pembuatan blog untuk senantiasa  mengasa terus kemampuannya di dunia teknologi . Tentunya memanfaatkan kesempatan pelatihan blog ini sebagai langkah awal untuk lebih peduli dengan kreativitas hari ini, esok, dan selamanya.
        Meski pelatihan blog tersebut hanya berlangsung 4 jam dari jam 08.00 sampai jam 12.00 WITA, namun apresiasi dan pemahaman siswa  sangat cepat memahami penjelasan materi blog yang dipaparkan  Muhammad Rusyaid yang didampingi Relawan TIK lainnya seperti  A Nuryadin, Zainal Abidin, dan Muhammad Takdir.
          Sementara itu, apresiasi siswa dengan kegiatan ini disambut baik. Seperti penjelasan Novan Arisandi, kelas XII IA5 yang juga ketua KSL SMAN 1 Sinjai mengaku salut dengan kegiatan yang dipsonsori Relawan TIK Sinjai. “Seperti sebuah mimpi, dari saya tidak tahu blog menjadi lebih paham blog,” ungkap Novan. Demikian juga pengakuan Fauziah Jamaluddin, kelas XI IA 1 yang juga bendahara Ekskul Jurnalistik,  bahwa blog itu ternyata mudah. Untuk memahaminya kita harus menyelaminya sedalam mungkin seperti kita memahami hati dan jiwa kekasih yang selalu kita rindukan. “Pokoknya asyik dan terima kasih kepada kakak relawan tik Sinjai atas ilmu blognya kepada kami-kami di SMAN 1 Sinjai, jangan bosan menularkan ilmunya kakak kepada  kami,” papar Fauziah yang sering di sapa Nona.
        Untuk mengapresiasi blog siswa, maka Relawan TIK Sinjai dalam waktu dekat akan melombakan blog-blog antar kelas  yang dibuat siswa. Janji tersebut diungkapkan Zainal Abidin, pengurus Relawan TIK saat menutup acara pelatihan blog. “Selamat berkarya, dan kita tunggu hasil blognya untuk selanjutnya dilombakan blog-blog antar kelas di bawah bendera Buletin atau mading  masing-masing kelas,” kuncinya. (Penulis Berita: Magfirah Istiqamah Ilham/Ketua Ekskul Jurnalistik)

Ada Pelatihan Blog di SMANSA

Pengurus relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kabupaten Sinjai, berencana membuat pelatihan mengelola blog di sekolah-sekolah di kabupaten Sinjai. Pelatihan ini rencananya akan di mulai Selasa (1/11/2011) besok. Menurut sekretaris relawan TIK Sinjai, Andi Nuryadin, pelatihan akan di awali di SMA negeri 1 Sinjai Utara. Materi yang akan diberikan pada pelatihan ini antara lain adalah, dasar-dasar membuat blog. “salah satu materinya adalah dasar-dasar membuat blog. Dengan materi ini kami berharap, semua siswa sudah bisa membuat blog dan menjadikan blog ini sebagai wadah mengasah keterampilan menulis para siswa,” katanya kepada karebanews, Senin (31/10/2011) siang. Nuryadin juga menambahkan, pada pelatihan membuat blog ini, pihaknya bekerjasama dengan kelompok studi linux (KSL) SMA negeri 1 Sinjai Utara, KPLI Sinjai serta Sahabat.net. (Sumber: Karebanews.com)

Arsip Blog

Blog Archive